Tampilkan postingan dengan label cerita syekh siti jenar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita syekh siti jenar. Tampilkan semua postingan

Benarkah Syekh Siti Jenar Adalah Seorang Wanita?

Benarkah Syekh Siti Jenar Adalah Seorang Wanita? Hal ini pernah ditanyakan oleh banyak orang. Tentu anda pernah berpikiran juga seperti itu. Berikut tanya jawab kami dengan budayawan jawa yakni R.Tjakra Djajaningrat. Menurut beliau orang mengaitkan Syekh Siti Jenar seorang wanita, lantaran memakai nama Siti. Memang dari arti nama Syekh Siti Jenar yakni "Syekh" adalah sebuah gelar keagamaan, "Siti" berarti tanah, dan "Jenar" berarti merah. Syekh Siti Jenar dikenal dengan nama lain Sitibrit, Syekh Lemahbang, atau Syekh Lemah Abang. Syeh Siti Jenar mengenai asal usulnya jika ditengok di masa sekarang berasal dari wilayah karang jati, desa lemah abang, kec.klepu kab.semarang.
Syekh Siti Jenar adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai sufi dan salah seorang penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Asal-usul serta sebab kematian Syekh Siti Jenar tidak diketahui dengan pasti karena ada banyak versi yang simpang-siur mengenai dirinya dan akhir hayatnya. Demikian pula dengan berbagai versi lokasi makam tempat ia disemayamkan untuk terakhir kalinya.

Kajian Kitab Serat dan Suluk Syekh Siti Jenar

Buku ini merupakan sistematisasi dan rekonstruksi ajaran otentik Syekh Siti Jenar dalam nuansa mistik kejawen dan spiritualitas.

Catatan sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa, menunjukkan bahwa Islam tersebar luas kepada masyarakat Indonesia hingga saat ini berkat jasa besar para ulama dan auliya’, yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Walisanga. Sayangnya periwayatan mereka, hingga saat ini masih banyak didominasi oleh mitos dan hikayat, dan belum menunjukkan fakta sejarah serta ajaran yang betul-betul valid.

Di antara para wali yang paling mendatangkan kontroversi, dan paling banyak diselimuti kabut mitos adalah wali nyentrik, yaitu Syekh Siti Jenar. Kisah dan ajarannya sangat populer di masyarakat. Sayangnya, penulisan ajarannya secara utuh dan shahih belum banyak dilakukan.

Salah Kaprah Sejarah Syekh Siti Jenar

Sejarah yang salah kaprah di putar balikkan dari kebenarannya. Karena menganggap bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Sebab tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah BOHONG. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat Jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm.1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika den, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” (Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang).