Syekh Siti Jenar itu tokoh yang kontroversial, saya pernah membaca buku selain karangan Agus Sunyoto, seperti Achmad Khojim dan A. Munir Mulkan mereka membahas obyek yang sama tapi dari sudut yang berbeda, tentu saja perbedaan tersebut dari nara sumber yang berbeda.
Aku sekarang mencoba meresensi buku tentang Syeikh Siti Jenar karangan Agus Sunyoto. Buku karangan Agus Sunyoto ini terdiri dari seri satu sampai dengan seri tujuh. Suluk Malang Sungsang adalah seri pamungkas.
Agar bisa diikuti runut, maka saku coba ringkaskan trilogi pertama (Buku satu dan dua) dengan detail mengisahkan perjalanan yang ditempuh seorang salik – Abdul Jalil alias Syaikh Siti Jenar untuk mencapai maqam yang lebih tinggi, yakni menjadi orang yang dekat dengan Nya. Dalam buku satu dan dua tersebut diceritakan betapa berat perjalanan yang harus ditempuh Syaikh Siti Jenar untuk mencapai maqam tertinggi itu. Ia harus melewati tujuh Lembah Kasal, tujuh Jurang Futur, tujuh Gurun Malal, tujuh Gunung Riya, dan tujuh Rimba Sum’ah, tujuh Samudera ‘Ujub dan tujuh Benteng Hajbun.
Agar bisa diikuti runut, maka saku coba ringkaskan trilogi pertama (Buku satu dan dua) dengan detail mengisahkan perjalanan yang ditempuh seorang salik – Abdul Jalil alias Syaikh Siti Jenar untuk mencapai maqam yang lebih tinggi, yakni menjadi orang yang dekat dengan Nya. Dalam buku satu dan dua tersebut diceritakan betapa berat perjalanan yang harus ditempuh Syaikh Siti Jenar untuk mencapai maqam tertinggi itu. Ia harus melewati tujuh Lembah Kasal, tujuh Jurang Futur, tujuh Gurun Malal, tujuh Gunung Riya, dan tujuh Rimba Sum’ah, tujuh Samudera ‘Ujub dan tujuh Benteng Hajbun.


